• Mengasihi Musuh


    Ini adalah suatu bagian yang jika dibaca sepintas seperti ajaran yang seolah-olah menempatkan orang-orang Kristen menjadi orang yang konyol, yang di-bully, yang dalam posisi tidak beruntung, tidak bisa membalas, tidak bisa menuntut keadilan, selalu di-victimize -- dijadikan korban. Tetapi jika dibaca secara cermat,

    Continue reading

  • Kebahagiaan Sejati-2 KU-1 (Ekspositori Injil Lukas -70)


    Sabda bahagia sudah kita bahas sampai ayat 21a, hari ini kita akan masuk ke dalam sabda bahagia yang ketiga dalam urutan injil Lukas yaitu “Berbahagia kamu yang sekarang ini menangis karena kamu akan tertawa”. Kalau kita membandingkan dengan versi  Matius ada perbedaaan yang cukup mencolok, Matius

    Continue reading

  • Yesus yang Sejati dalam Kitab Wahyu


    Dalam ayat ke 7 kita lihat bagaimana Yesus meng-wahyukan diriNya, dikatakan “lihatlah Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia…dst.”, lihatlah Ia datang, ini berbicara mengenai kedatangan Tuhan, khususnya mengenai kedatangan Tuhan yang kedua kali. Pada hari ini orang kristen

    Continue reading

  • Kebahagiaan Sejati (Ekspositori Injil Lukas -69)


    Kita sudah pernah membahas terkait dengan ayat 12 ini bahwa kehidupan Yesus menjadi lifestyle, menjadi satu kebiasaan, sehingga di dalam kehidupan pelayanan Yesus terus-menerus berada di dalam hubungan yang sangat intim dengan BapaNya. Kita kadang wondering di dalam kehidupan kita, ada saat-saat kita merasa seperti

    Continue reading

  • Mengampuni dengan Perspektif Allah


    Sudah pernah kita bahas tentang saudara-saudara Yusuf karena begitu takut akan dosa-dosanya yang terlalu besar terhadap Yusuf, mereka takut bahwa mereka tidak benar-benar diampuni. Kalau seseorang berdosa besar terhadap orang lain, dia tidak akan mudah percaya bahwa dia itu sudah diampuni, ini yang terjadi pada

    Continue reading

  • Puasa dan Hari Sabat? (Ekspositori Injil Lukas -68)


    Di dalam bagian sebelumnya kita sudah membahas tentang Yesus yang memanggil Lewi si pemungut cukai, diakhiri dengan pernyataan Yesus Kristus dalam ayat 31-32, kita sudah membahas bagian ini, spiritualitas kontras antara pengikut-pengikut Kristus dengan spiritualitas yang dihadirkan di dalam kalangan orang-orang

    Continue reading