• Perumpamaan Penabur (versi Lukas)


    Bagian pasal 8:1-3 bisa dilihat sebagai penyajian literary Lukas yang menghadirkan gambaran kontras sebagaimana perikop sebelumnya, yaitu gambaran persekutuan meja antara Yesus dengan orang-orang terpandang seperti orang Farisi, dan Yesus dengan  orang-orang yang dianggap sampah masyarakat seperti pemungut

    Continue reading

  • Surat Kepada Jemaat Smirna


    Kita melanjutkan eksposisi surat kepada 7 jemaat dalam Kitab Wahyu, yaitu Surat Kepada Jemaat di Smirna. Bagian ini kita ingin telaah dalam terang Perjanjian Lama dari Kitab Ayub 1:8-22.
    Dibandingkan surat-surat kepada  jemaat lainnya, surat Smirna satu-satunya yang tidak ada teguran, sama sekali tidak ada

    Continue reading

  • Kasih dan Pengampunan


     Kita sudah membahas dalam perikop sebelumnya, kontras antara Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus, tapi keduanya sama-sama dipakai oleh Bapa; sama-sama berasal dari Bapa tapi sama-sama ditolak oleh dunia. Ada  diversitas di situ, yang satu suka berpuasa, hidup dalam ascetic life;  yang satunya suka

    Continue reading

  • EKSPOSISI MAZMUR 90


    Kita bisa membagi Mazmur ini jadi 3 bagian, tapi satu yang paling besar dalam perenungan Mazmur ini yaitu ayat 3-12, suatu refleksi terhadap kesementaraan, kesingkatan hidup manusia. Ada satu struggle di sini bahwa seluruh kebaikan dari hidup,  sukacita yang ada dalam hidup, semuanya cuma seperti debu. Ini

    Continue reading

  • Discipleship


    Minggu lalu kita sudah bicara mengenai peran Tuhan yang membawa kita masuk dalam anugerah; Tuhan yang kasih-Nya agresif, Tuhan yang kasih-Nya “mulai lebih dulu”,  Tuhan yang kasih-Nya mulai sebelum dunia dijadikan. Tapi dalam kehidupan Kristen tentu bukan itu saja,  bukan cuma ada peran Tuhan

    Continue reading

  • Kasih (2)


    Ada satu kutipan menarik dari Dostoyevsky, penulis Rusia, ia menggambarkan suatu dialog tentang hell (neraka):  orang bertanya, “Fathers and Teachers, I ask, what is hell?”  I answered, “suffering  on account of the impossibility to love any longer” -- penderitaan karena tidak

    Continue reading